Author Archive for mynameisexotic

07
Oct
08

Britney Spears Luncurkan Circus

Spears melesat menjadi bintang terkenal pada akhir 1998 dengan album debutannya yang meledak “Baby One More Time”, disusul dengan keberhasilan album lainnya pada tahun berikutnyayaitu “Oops…! I Did It Again” (2000), “Britney” (2003), dan “In The Zone” (2005) yang terus menerus menduduki peringkat nomor 1. Menjadikannya sebagai satu-satunya penyanyi perempuan yang menempatkan 4 album di posisi satu.

Sejak awal tahun 2007, Britney selalu membuat sensasi. Terus-menerus diguncang masalah yang bertubi-tubi, karir penyanyi semakin turun saja. Kecanduan obat-obatan sehingga masuk rumah sakit,menjadi santapan lezat paparazzi karena bertingkah aneh seperti membotaki rambutnya dan menyerang fotografer dengan payung. Album terakhir Spears, Blackout, diluncurkan tanpa promosi gencar-gencaran. Meski meraih platinum, album tersebut dinilai gagal.  Setelah  Januari lalu dia dua kali dilarikan ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan di bagian kedokteran jiwa, ia pun kalah dalam perebutan hak asuh kedua anaknya.

Kehidupan Spears dikabarkan mulai membaik setelah ayahnya, James Spears, mengurusi kehidupan pribadi dan kehidupan profesionalnya. Ia juga telah bangkit setelah sengketa status pengasuhan anak dengan mantan suaminya, Kevin Federline. Federline mendapat hak asuh dua anaknya sementara Spears mendapat hak mengunjungi.

Namun demikian, Spears mengakhiri perseteruannya secara damai dengan mantan suaminya, Kevin Federline, atas hak asuh tersebut, dan pada awal bulan lalu menikmati masa kembali yang gilang-gemilang di perhelatan musik MTV Video Music Awards, dengan memborong tiga penghargaan penting untuk video klip Piece of Me. Dan pada malam penerimaan anugerah, Spears tampil memukau. Penampilannya di acara CBS “How I Met Your Mother” juga mengundang decak kagum penonton.

2 Desember nanti, ia akan melaunching album terbarunya yang bertajuk Circus, Album tersebut dilansir setelah album terakhirnya, Blackout dinilai tidak sukses. Untuk album terbarunya, Spears dibantu produser seperti Nate Danja Hills dan Max Martin. Kedua produser ini menghasilkan beberapa hit terbesarnya termasuk, “Baby One More Times”.

Spears berharap album anyarnya yang diberi judul Circus ini, akan membawa peruntungan seperti yang pernah dialaminya dulu. Demikian disampaikan perusahaan rekaman Jiva/Zomba dalam pernyataannya. Sebagai pemanasannya, perusahaan rekaman yang menaunginya itu, akan merilis single jagoan di album keenam Spears, yang diberi judul Womanizer, pada 22 September.

Banyak orang mafhum bahwa karir Spears benar-benar telah berada di dasar jurang, ketika ia dihadapkan dengan sejumlah permasalahan yang dihadapinya. Namun, dia tetap menjadi salah satu wanita penyanyi paling laris pada dekade terakhir ini.

Download single Womanizer

06
Oct
08

10 Band Indonesia Terbaik dan Terburuk

Belakangan ini semakin banyak band baru yang bermunculan di dunia musik Indonesia. Ada beberapa yang oke, banyak juga yang NGGAK BANGEEET… deh.

Tadinya gw mau bikin ranking 10 band terbaik, tapi setelah dipikir-pikir susah banget milih band indonesia yang bagus karena gw rasa ngga ada yang keren. Dan menurut gw nyari-nyari kejelekan lebih mudah. Secara gw juga bukan musisi. Gw putusin buat ajak para exoticers buat vote 10 band yang menurut lo PALING BURUK. dan cukup 3 band yang menurut lo keren.

So, lo mau liat musiknya, lagunya, aksi panggungnya, dan atau bahkan tampang personilnya.Silakan voting lewat komentar, band apa aja yang menurut lo masuk kategori BURUK. Ga usah pake perasaan, kalau buruk bilang aja buruk.

Gw tunggu vote lo pada. jangan lupa alasannya…!

Daftar band TERBURUK yang masuk nominasi gw, (ini pilihan gw, lo terserah pilih apa).:

  1. Kangen Band; kampoeng bo…! nyanyi nya kaya bencong
  2. Radja; pliis deh….! lagunya murahan
  3. Peterpan; Vokal ariel tu bikin gw muntah, apalagi kalau live
  4. ST 12; gw kira ni band dangdut.
  5. Nidji; COLDPLAY NYA INDONESIA, oh yeah…??? bullshit
  6. Ungu; Lagu-lagunya membosankan
  7. Ada Band; Sama kayak Ungu
  8. D’masiv; Vokalisnya kaya orang minta belas kasihan, MENYEDIHKAN.
  9. Kapten; Ni vokalisnya nyanyi asik sendiri, kaya tukang ngamen
  10. Vagetoz; Lo denger aja lagunya sendiri

Dan 3 band TERBAIK menurut gw:

  1. Seurieus; Walaupun Musiknya biasa, Vokal sang vokalis bikin gw merinding, keren banget, ga ngebosenin
  2. Samsons; Musik, vokal plus liriknya gw rasa oke
  3. The Changcuters; Gw paling seneng kalau liat band ni perform, eye catching, menyenangkan banget
05
Oct
08

Hasrat Bertutur “Laskar Pelangi”

Kompas Minggu, 28 September 2008

Oleh: DAHONO FITRIANTO

Jika ada film Indonesia yang paling ditunggu tahun ini, itu pasti Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Riza. Dengan publikasi gencar seputar pembuatan film itu sejak awal tahun, orang dibuat penasaran, seperti apa film hasil adaptasi novel laris itu.

Para penggemar novel karya Andrea Hirata itu penasaran bagaimana Riri Riza menerjemahkan kesan dan imajinasi yang mereka dapat dari buku tersebut ke dalam bahasa visual. Bagi yang belum membaca novel berjudul sama, film ini diharapkan mampu menampilkan spirit novel yang disebut- sebut sangat inspiratif itu.

Maka, dibukalah film produksi Miles Films ini dengan adegan Ikal dewasa (diperankan Lukman Sardi) menumpang bus, kembali ke kampung halamannya di Desa Gantong, Pulau Belitung. Sambil menerawang ke luar jendela bus, suara lamunan Ikal membimbing penonton memahami latar belakang sejarah sosial pulau yang pernah kaya karena timah itu.

Seusai adegan pembuka itu, lamunan Ikal pun kembali pada saat ia pertama kali masuk SD. Film pun menampilkan gambar kilas balik Belitung era 1974, saat PN Timah masih aktif beroperasi, para karyawan berseragam biru lalu lalang dengan sepeda, dan orangtua mengantar anak-anak mereka ke sekolah.

Tokoh-tokoh

Di bagian awal, film ini terlihat memusatkan perhatian pada sosok Ikal, yang pada novel sebenarnya personifikasi Andrea Hirata sendiri. Ikal kecil (diperankan aktor lokal Zulfanny) adalah anak pegawai rendahan PN Timah yang tak mampu sekolah di SD Timah, jadi mendaftar ke SD Muhammadiyah.

Lalu bermunculan tokoh lain. Ada Lintang (Ferdian), anak nelayan miskin yang harus berjalan jauh dari kawasan pesisir ke sekolah terdekat di Gantong. Lalu ada Bu Muslimah (Cut Mini), perempuan muda yang teguh bercita-cita sebagai guru. Kemudian ada Pak Harfan (Ikranagara), Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gantong, yang setia mempertahankan sekolah yang hampir ambruk.

Hari itu adalah hari penentuan sekolah tersebut. Jika tak terkumpul 10 siswa baru, sekolah berdinding kayu reyot itu harus ditutup. Untunglah pada saat-saat terakhir muncul Harun (Jeffry Yanuar), anak tunagrahita yang menjadi siswa kesepuluh, penyelamat sekolah itu.

Dari sisi teknis, film ini digarap dengan rapi. Sinematografer Yadi Sugandhi menampilkan gambar-gambar indah dan terkonsep dengan baik. Dari sisi gagasan, film ini menggarap berbagai permasalahan nyata di masyarakat dengan cara yang ringan dan cukup bisa dinikmati.

Sampai di sini, narasi Ikal dewasa masih menyertai untuk menjelaskan betapa istimewanya 10 anak tersebut. Sempat muncul dugaan, film ini akan berkonsentrasi pada kisah-kisah keajaiban masa kecil anak-anak tersebut. Ternyata tidak.

Tokoh-tokoh baru terus bermunculan ketika setting waktu meloncat ke 1979, saat anak- anak itu duduk di kelas lima. Dari 10 anak itu, muncul Borek (Febriansyah), yang terobsesi dengan badan besar ala Samson, dan Mahar (Verrys Yamarno), anak SD yang sudah kenal jazz, bertingkah seniman.

Ada pula Pak Zulkarnaen (Slamet Rahardjo), orang kaya lulusan sekolah Muhammadiyah di Jawa yang bersimpati pada keteguhan hati Pak Harfan mempertahankan SD-nya. Lalu ada Pak Bakrie (Teuku Rifnu Wikana), yang bimbang menentukan pilihan apakah tetap mengajar di SD Muhammadiyah atau pindah ke tempat lain yang gajinya lebih baik. Terakhir, ada Pak Mahmud (Tora Sudiro), guru SD Timah yang naksir dan bersimpati kepada Bu Muslimah.

Kisah-kisah

Itu baru dari segi tokoh. Dari sisi cerita, selain ada kisah kegigihan Harfan dan Muslimah mempertahankan sekolah mereka dan mengajar anak-anak itu, juga ada cerita Ikal yang jatuh cinta kepada A Ling, anak pemilik toko kelontong. Lalu kisah Lintang yang tak bisa meneruskan sekolah karena ayahnya hilang di laut dan harus mengurus adik-adiknya. Dan, terakhir, ada Flo (Marcella El Jolla Kondo), anak orang kaya yang ngotot pindah dari SD Timah ke SD Muhammadiyah.

Dalam film yang hanya berdurasi 125 menit, semua itu akhirnya mendapat porsi tidak memadai. Karakter tiap tokoh muncul permukaannya saja, setiap cerita tidak tampil dengan latar belakang dan konteks utuh, dan semua pesan akhirnya disampaikan secara verbal.

Tokoh Ikal, yang seharusnya menjadi sentral kisah tentang keajaiban mimpi dan cita-cita ini, justru makin tersisih. Pada akhir film diceritakan ia berhasil mewujudkan mimpinya pergi ke Paris dengan diterima kuliah di Universitas Sorbonne. Satu-satunya adegan dalam film yang menggambarkan mimpi itu adalah saat ia menunjukkan kaleng pemberian A Ling yang bergambar Menara Eiffel kepada Lintang.

Sebaliknya, perjuangan dan kegigihan Lintang belajar di tengah keterbatasan dan rintangan justru tidak muncul utuh. Yang ditampilkan berulang-ulang hanya perjalanan menempuh hutan dan dihadang buaya. Padahal, jika ingin mengangkat ironi dunia pendidikan kita, marjinalisasi masyarakat miskin, dan keajaiban mimpi, harusnya kisah Lintang ini yang diangkat sebagai plot utama.

Subplot mengenai Flo (termasuk perjalanan ke pulau untuk bertemu dukun), selain tak jelas latar belakang dan maknanya, juga tak berkaitan langsung dengan plot dan spirit utama film ini. Jika adegan itu dibuang, tak akan berpengaruh apa pun terhadap film secara keseluruhan.

Dalam catatan produksi resmi film Laskar Pelangi, Riri Riza mengakui tak mungkin menceritakan semua isi novel dalam durasi sebuah film. ”Menurut saya, yang perlu dipertahankan adalah substansinya: keajaiban mimpi, marjinalisasi masyarakat, dan ironi dunia pendidikan kita,” kata Riri.
Namun, dari struktur film ini, terlihat Riri masih terlalu berhasrat memasukkan sebanyak mungkin unsur menarik dari novel ke dalam film. Hasilnya, semua substansi yang ia sebut itu justru tampil serba tanggung.

05
Oct
08

Pilih Mana, The Donnas, Dewi-Dewi, Gigi atau Exotic

Dilihat sekilas kayaknya keempat cover di atas punya kemiripan, entah sengaja menjiplak atau hanya menginspirasi satu sama lain. tapi kayaknya kalau mirip banget, nggak bisa ditolerir dong kalau alasannya menginspirasi.

Menurut Exoticers, kira-kira gimana nih masalah jiplak-menjiplak ini, secara cover Exotic kayaknya juga mirip-mirip dengan ketiga cover yang lainnya.

05
Oct
08

Pilih Mana, Kangen Band atau ST12

Dua grup ini bisa dibilang seimbang baik dalam musikalitas,pnampilan maupun karya2 yang mereka ciptakan.meskipun banyak yang gosip yang menerpa mereka baik ST12 dan Kangen Band menghadapinya dengan santai (ga kuat pngen ktawaScoorage's Avatar) !!!

Untuk itu buat Exoticers, kira pilih siapa ya Kangen Band/ST12 !!!
scara banyak kemiripan diantara mereka !!!

silahkan vote dan tuliskan alasannya !!!




Calendar

January 2010
M T W T F S S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Womanizer

Blog ini telah dikunjungi oleh

  • 2,070 Pengunjung

Archives

Comentar Terbaru

simbah rakyat jelata on 10 Band Indonesia Terbaik dan…
Yovan on 10 Band Indonesia Terbaik dan…
ishmaya on 10 Band Indonesia Terbaik dan…
ForBetter on 10 Band Indonesia Terbaik dan…
chitra on Chat
mira juiiii on Chat
Joni on Langkah-langkah Menghilangkan …
agus_asseekkk on Chat
rezalghifary on Chat
agus_asseekkk on Chat

to “Ainglah MTYP Tampan”

oleh :

agoez_cyd

ada masa

dimana aku menangis ( bohong )

tawa, tangis, kesal dan bahagia kawand-kawand

takan kudengar lagi

ada masa

di mana aku menangis ( bohong lagi…. )

kributan dan keonaran

yang terkadang memuakkan

hanya sampai saat itu………………

padahal masih ingin, aku melihatnya….

ada masa

dimana aku menangis ( pembohong…. )

karena aku akan merindukan kalian… ( gombal…. )

( didedikasikan untuk reza coz telah memelihara blog )